Blog

      Apakah kepribadian berubah seiring dengan bertambahnya usia? Pertanyaan ini menggunakan pikiran psikolog Robert McCrae dan Paul TCosta. Keduanya pun lalu memuat penelitian yang melibatkan sekitar tujuh ribu orang dari sekitar 50 suku bangsa antara lain dari German, Korea dan Jepang

      Dari penelitian ini muncullah tesis yang populer disebut sebagai The Big Five Personality yakni lima hal yang mempengaruhi kepribadian

      • Extraversion : apakah anda senang bergaul atau penyendiri ?
      • Agreeableness : apakah anda mudah percaya atau curiga?
      • Conscientiousness : apakah anda tertip atau urakan
      • Emotional stability : apakah anda mudah cemas atau tenang
      • Openness to new experience : apakah anda menerima ide-ide atau terikat pada aturan?

      Segera setelah penelitian ini keluar, banyak ahli percaya bahwa lima dimensi kepribadian tadi tidak hanya berlaku umum namun juga memiliki asal usul biologis. Singkatnya, kepribadian seseorang tidak berubah. Tapi kami sajikan sedikit landasan teoristisnya.

      Dalam pandangan McCrae & Costa, Perilaku dapat dinilai dengan memahami tiga komponen sentral yaitu :

      1. Kecenderungan-kecenderungan dasar

      Sebagai materi kasar universal dari kemapuan dan disposisi kepribadian yang umumnya di temukan lewat penyimpulan melalui observasi. Kencerungan dasar mudah diwariskan. Kecendurungan dasar menentukan potensi dan arah individu

      • Adaptasi-adaptasi karakter

      Struktur kepribadian yang diperlukan ketika manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Perbedaan utama kecenderungan dasar dan adaptasi karakter adalah fleksibilitasnya. Jika kecenderungan dasar cukup stabil, maka tidak demikian dengan adaptasi karakter, mereka lebih dipengaruhi oleh factor-faktor eksternal seperti kemampuan, kebiasaan,sikap dan hubungan yang diperlukan sebagai dari interaksi individual dengan lingkungan.

      • Konsep diri

      Sebenarnya merupakan sebuah adaptasi karakter, hanya saja konsep-diri merupakan adaptasi yang penting. Terdiri atas pengetahuan pendapat, dan evluasi tentang diri, dari fakta-fakta sejarah pribadi yang beragam sampai identitas yang menjadikan tujuan hidup masuk akal.

      Jadi, kesimpulan McCrae dan Costa bahwa hanya kecenderungan dasar yang stabil, sedangkan adaptasi karakter dan konsep diri itu berubah-ubah. Konsep dasar yang di ajukan Jung adalah sama dengan kecenderungan dasarnya McCrea dan Costa. Fungsi dasar inilah yang stabil, kekal, genetik, dan identik dengan kecerdasan seseorang. Ringkasannya, untuk mengenal orang lain cukup dengan mengetahui fungsi dasarnya, atau kecenderungan dasarnya ala McCrea dan Costr, sehingga tidak memerlukan psikometik yang rumit.

      Hanya Satu Kecerdasan yang Mendominasi

      Otak manusia, dibagi ke dalam lima kuadran. Pertama, Limbik kiri atau otak kecil di bagian kiri bawah. Kedua, neocortex atau otak bear kiri. Ketiga neocortex kanan atau otak besar kanan. Keempat, limbik kanan atau otak kecil kanan bawah. Kelima, adalah otak tengah yang menjadi penyangga keempat belahan otak lainnya.

      Sebuah penelitian yang dilakukan oleh pemenang hadiah nobel kedokteran Roger Sperry pada pasien yang menderita epilepsy menemukan bahwa otak terspesialisasi kiri dan kanan dan keduanya bisa bekerja tanpa tergantung satu sama lainnya. Ringkasnya otak kiri dan kanan independen dalam menjalankan fungsinya.

      Pertanyaanya adalah apakah masing-masing bagian otak yang terhubung dengan kecerdasan itu memiliki peran yang timbangannya sama atau ada yang dominan? Jawabannya seperti yang dikatakan Carl Gustav Jung, ada satu yang mendominasi yang lain. Dan, kami setuju dengan itu.

      Atur Teori dan Modus Kepribadian dan Berpikir

      Penemuan Sebuah teori kepribadaian baru tidak terlepas dari teori-teroti individu yang telah ada. Kami meyakini bahwa segala hal yang melekat pada diri individu terdapat belahan otak yang bekerja paling dominan. Belahan otak tersebut yang memberikan kontribusi kepada diri individu seutuhnya. Sifat-sifat dari belahan otak tersebut kemudian membuat konstitusi tubuh menjadi selaras dengan berbagai fungsi tubuh yang melekat secara genetik pada jenis individu tertentu. Berikut kami sajikan table keselarasan system operasi STIFIn dengan beberapa fungsi dan tipologi dan berbagai teori lama yang eksis hingga saat ini.